|

Thursday, 4 September 2014

Pembatasan Kalori Perpanjang Harapan Hidup Monyet



Pembatasan kalori dalam diet dapat membantu memperpanjang harapan hidup dan memperbaiki kesehatan monyet rhesus, demikian menurut hasil studi terkini. Rata-rata harapan hidup monyet di kandang 26 tahun, tapi lebih dari separuh monyet didalam studi mengonsumsi diet dengan kalori terbatas bisa hidup setidaknya hingga usia 30 tahun.

Hasil studi juga menunjukkan bahwa binatang-binatang yang tidak mengkonsumsi diet rendah kalori punya resiko penyakit terkait usia hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan kelompok binatang dengan diet kalori terbatas. "Studi ini penting karena menunjukkan bahwa efek menguntungkan yang konsisten kita lihat pada organisme yang lebih rendah juga terjadi pada primata dan karenanya mendukung keyakinan bahwa pembatasan kalori punya dampak menguntungkan bagi manusia," kata Ricki Colman, ilmuwan senior di Wisconsin National Primate Research Center, kepada Live Science.

Dalam studi, para peneliti mengamati 76 monyet rhesus. Setengah dari binatang itu mengkonsumsi makanan dengan kalori 30 persen lebih rendah ketika mereka berusia 7-14 tahun. Kelompok monyet lainnya tidak mendapat pembatasan konsumsi kalori. Hasilnya menunjukkan monyet yang menjalani diet dengan pembatasan kalori hidup lebih lama dan cenderung lebih tahan terhadap penyakit, berbeda dengan penelitian tahun 2012 pada 120 monyet yang juga menjalani diet dengan kalori terbatas.

Menurut studi tahun 2012, tidak ada perbedaan kesintasan antara monyet dengan diet kalori terbatas dengan yang tidak, kata para peneliti di National Institute of Aging. Colman mengatakan, ada perbedaan beberapa faktor yang menjelaskan perbedaan hasil studi kedua studi itu termasuk diantaranya komposisi diet, asal dan usia binatang.

Alasan yang lain, studi sebelumnya tidak menemukan perbedaan itu dalah karena binatang kontrol (yang seharusnya makan tanpa pembatasan kalori) sebenarnya mengkonsumsi diet yang kalorinya sedikit terbatas berdasarkan berat badannya, kata Colman.

Selain itu, ia menjelaskan, lima monyet dalam studi tahun 2012 yang mengkonsumsi kalorinya dibatasi berusia 40 tahun lebih, usia yang "sebalumnya dianggap sebagai umur terpanjang dalam spesies monyet". Karena itu hasil dua studi ini sebenarnya saling melengkapi, bukan bertentangan satu sama lain, dan menunjukkan bahwa pembatasan kalori menguntungkan, kata Coleman.

Hasil studi sebelumnya menunjukkan dampak positif pembatasan kalori pada rentang umur lalat dan binatang pengerat. Apakah primata, termasuk manusia, bisa mendapatkan keuntungan yang sama sampai sekarang belum jelas, tapi hasil studi terbaru menunjukkan menusia bisa  mendapat manfaat dari pembatasan kalori. "Kami mempelajari pembatasan kalori karena itu berpengaruh besar terhadap penuaan dan kejadian penyakit yang berhubungan dengan usia," kata Rozalyn Anderson, asisten profesor geriatrik di University of Winconsin. (ans: Ant)

Monday, 1 September 2014

Wanita Usia 30-an Masa yang Paling Bikin Stres



Stres lumrah dirasakan oleh semua orang, terutama wanita. Namun, di usia 25 tahun, wanita dikatakan jauh lebih merasa bahagia dibandingkan saat berusia 34 tahun. Kok bisa?

Ya, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa di usia 34 tahun wanita akan berada pada puncak stres di kehidupannya. Dalam studi tersebut, dilakukan pengamatan terhadap 2000 wanita termasuk juga tekanan pekerjaan dan kondisi kehidupan rumah tangganya.

Hasilnya, tekanan pekerjaan dan kesulitan dalam rumah tangga lebih dirasakan wanita saat usianya 34 tahun ketimbang saat berusia 25 tahun dimana mereka justru merasa bahagia. Dikatakan salah satu peneliti, tekanan pekerjaan, mengurus rumah tangga, serta membayar kebutuhan keluarga membuat wanita usia 30-an merasa kurang bahagia dibandingkan dengan mereka yang masih berusia 20-an.

"Selain itu, pada usia 20-an wanita cenderung lebih cuek terhadap berat badan, penampilan, dan kehidupan sosial mereka, sementara di usia 30-an mereka lebih concern dengan hal-hal tersebut," kata salah satu peneliti dalam laporannya seperti dikutip dari berbagai sumber.

Survey juga membuktikan satu dari lima atau 18% wanita mengatakan dirinya tidak bahagia karena stres. Wanita usia 35-44 tahun yang hidup di Skotlandia didapuk sebagai wanita yang paling tidak bahagia di Inggris. Bahkan, dari hasil penelitian tersebut, 12% wanita mengaku lebih bahagia daripada pria.

Berdasarkan hasil riset, hal yang membuat wanita tidak bahagia adalah sibuknya pekerjaan sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk menghabiskan waktunya dengan teman dan keluarga. Selain itu,lebih dari setengah wanita yang disurvey mengatakan mereka khawatir dengan kelebihan berat badan dan perut yang tidak rata lagi saat berusia 30-an.

Niki Cooper, pemilik produk kecantikan, Me Inner, sekaligus anggota dalam penelitian ini mengatakan jika beratnya tugas yang dilakukan wanita membuat mereka stres. "Bagi wanita, saat memasuki usia 30-an adalah masa yang sulit sebab mereka harus menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan keluarga, wanita di negara ini pun harus sesekali melakukan 'me time', ujarnya.

Sementara itu, nutrisionis Amanda Hamilton mengatakan menarik untuk diketahui bagaimana seorang wanita bisa kehilangan kebahagiannya hanya dalam waktu kurang dari satu dekade. Dari waktu yang paling bahagia di hidupnya ke waktu yang paling membuat stres.

"Satu hal vital yang harus diperhatikan adalah kesehatan kita, untuk itu "inner" dalam diri kita harus dijaga agar tetap bahagia, berapapun usia kita," tambah Amanda. (ans: dtc)

Manfaat Penerangan Alami Saat Bekerja Bantu Tidur Malam Lebih Pulas



Apakah tempat kerja anda terang dengan lampu neon? Mungkin sebaiknya anda mulai menggunakan cahaya alami dari luar jendela, yakni sinar matahari.

Penelitian dari University of Illnois dan Northwestern Medicine mengatakan bila menggunakan lampu neon saat bekerja, maka Anda akan kesulitan tidur dibandingkan mereka yang menggunakan cahaya alami. Ada manfaat kesehatan yang diberikan cahaya alami sebagai penerangan saat Anda bekerja.

Para peneliti menemukan bahwa pekerja kantoran yang bekerja dengan paparan cahaya alami cenderung tidur lebih lama. Selain itu, menurut para peneliti, pekerja kantoran tersebut juga memiliki kualitas tidur lebih baik, aktif berolahraga, dan kesehatan yang lebih baik secara  keseluruhan.

Penulis penelitian, Dr Phyyllis Zee, MD selaku spesialis saraf dan tidur dari Nortwestern Medicine, mengatakan bahwa karyawan yang bekerja dekat dengan jendela rata-rata tidur 46 menit lebih lama tiap malam dibanding mereka yang tidak demikian.

"Pekerja adalah kelompok beresiko karena mereka biasanya di dalam ruangan yang sering tanpa cahaya alami dari sinar matahari sepanjang hari. Hasil studi ini mengkonfirmasi bahwa cahaya alami pada siang hari memiliki efek positif bagi kesehatan," kata Dr Zee, seperti dikutip Newsmaxhealth.

Menurutnya, paparan cahaya alami bermanfaat bagi kesehatan melalui mood, konsentrasi, dan metabolisme, terutama dipagi hari. Oleh karena itu, Dr Zee meminta para arsitek juga perlu menyadari pentingnya cahaya alami di bangunan perkantoran.

"Sebuah solusi sederhana, yakni pastikan gedung tempat Anda bekerja setinggi 6 sampai 7 meter yang terdiri dari jendela," tutupnya. (ans: oz)

Saturday, 30 August 2014

Manfaat Marah dan Tertawa Bagi Kesehatan


Menurut Charles Spielberger, Ph.D., seorang ahli psikologi yang mengambil 3 spesialisasi studi tentang marah menyatakan bahwa marah adalah sesuatu prilaku yang normal dan sehat yakni sebagai salah satu bentuk ekspresi emosi manusia.

Seperti bentuk emosi lainnya, marah juga diikuti dengan perubahan psikologis dan biologis. Ketika seseorang marah, denyut nadi dan tekanan darah meningkat, begitu juga dengan level hormon, adrenalin, dan noradrenalin.

Sementara Mark Gorkin, seorang konsultan pencegah stress dan kekerasan, membagi marah dalam empat kategori; marah yang disengaja, marah spontan (marah yang dilakukan secara tiba-tiba), marah konstruktif (marah yang disertai ancaman terhadap orang lain) dan marah destruktif (marah yang ditumpahkan tanpa rasa bersalah).

Marah juga merupakan satu bentuj komunikasi. Karena adakalanya orang lain baru mengerti maksud yang ingin disampaikan ketika seseorang marah. Bentuk penyampaian marah bisa berbeda-beda bergantung pada lingkungan dan kondisi sosial budaya yang membentuknya.

Di Jepang, orang sering diam saat marah karena memang orang-orang Jepang tidak terbiasa mengekspresikan perasaannya. Berbeda dengan orang Amerika yang lebih berterus terang mengungkapkan perasaannya.

Marah adalah manusiawi. Marah yang bisa berdampak buruk adalah marah yang tidak dapat dikelola. Sebaliknya bila seseorang mampu mengelola amarahnya dengan tepat, maka ekspesi kemarahanya justru akan menyehatkan. Hal ini sudah terbukti pada sebuah penelitian yang menyatakan marah akan lebih baik dari memendam perasaan jengkel.

Bagaimana marah yang menyehatkan itu? Yakni marah yang beralasan yang bukan karena faktor subjek semata. Lontarkan kemarahan atau kejengkelan dengan sewajarnya saja. Sampaikan, penyebab utama kejengkelan itu.
Bukan marah yang sekedar menuruti emosi yang meledak-ledak, kemudian melampiaskanna melalui kata-kata, ekspresi, dan perlakuan yang kasar karena dapat merugikan orang lain. Untuk itu, dalam keadaan marah seseorang harus mengedepankan rasio. Sehingga kemarahan itu terjadi lebih terkendali.

Tetawa
Tertawa bermanfaat untuk kesehatan. Tertawa melepaskan energi positif yang menstimulasi otak untuk melepaskan pemikiran-pemikiran negatif maupun depresi yang dialami tubuh.
Menurunnya tingkat depresi pada tubuh menyebabkan sistem kekebalan tubuh pun meningkat secara otomatis sehingga tubuh terasa lebih segar dan sehat.

Ketika tertawa, tubuh akan menghasilkan hormon endorphine yang memberikan rasa nyaman bagi tubuh (sebagai penenang alami). Tertawa dapat meredakan stress bahkan dapat membuat orang lebih awet muda.

Tertawa juga dipercaya dapat bermanfaat untuk membantu proses penyembuhan atas suatu penyakit yang tengah diserita. Dengan tertawa perdaran darah dalam tubuh akan lancar, kadar oksigen dalam darah meningkat. Selain itu, tekanan darah akan normal.

Tertawa yang sehat adalah yang lepas, gembira dan dilakukan dengan sepenuh hati. Ketika tertawa, otot-otot di sekitar wajah pun mendapat stimulasi. Sehingga dapat sekaligus untuk senam wajah, mengendurkan ketegangan otot-otot di wajah. (ans: uck/elz)

Friday, 29 August 2014

Manfaat Bermain Teka Teki Silang dan Tetris mencegah Alzheimer


Menurut hasil penelitian terbaru yang dipresentasikan pada Alzheimer Association International Conference di Denmark, orang berusia paruh baya yang senang bermain game dapat meningkatkan kemampuan otaknya.

Orang yang suka bermain permainan seperti teka-teki silang, tetris, kartu, dan permainan yang mengasah otak lainnya dikatakan oleh peneliti cenderung memiliki massa otak yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak suka bermain.
"Ini sama seperti melihat massa otot seseorang, buruk jika massanya kecil dan bagus jika massanya besar," kata Dr Laurel Coleman dari Maine Medical Center Geriatric Assessment Center, seperti dikutip dari CNN.

Para peneliti malihat otak partisipan dengan menggunakan alat pemindai kepala. Peneliti menemukan bagian otak tentu yang rawan terserang penyakit alzheimer pada pemain game ternyata lebih besar dari orang biasa. Hal tersebut dikatakan oleh peneliti dapat menjadi petunjuk untuk memperlambat atau bahkan menghindari alzheimer.

Sampai saat ini penyakit alzheimer tidak dapat dicegah, diobati, atau ditunda. Ilmuan di dunia sedang berusaha untuk menemukan cara untuk mendeteksi dan mencegah penyakit tersebut.

Berkaitan dengan temuan baru tersebut, Coleman menyarankan untuk mencampur terapi. Lakukan kegiatan yang menstimulasi otak seperti belajar bahasa baru atau beralih bacaan dari membaca nonfiksi ke fiksi. Lakukan hal apapun yang mempunyai tantangan untuk fungsi kognitif otak.

"Kami tidak bisa bilang kalau hal tersebut akan menyembuhkan Anda dari Alzheimer. Tapi yang jelas aktivitas tersebut dapat membantu otak Anda," tutup Coleman. (ans: dtc)

Manfaat Air Kelapa dan Minyak Kelapa


Air dan minyak kelapa sama-sama memiliki manfaat kesehatan. Seberapa bermanfaatkah?

"Air kelapa sekarang banyak dijajankan sebagai cairan yang sangat membantu mengatasi masalah dehidrasi. Air kelapa kurang memiliki gula dibandingkan dengan jus buah dan lebih mengandung mineral seperti kalium, natrium, magnesium, dan kalsium," jelas ahli gizi Sally Norton dari Glen Hospital Bristol, Inggris, mengutip femalefirst.

Sally menjelaskan bahwa minum air kelapa setelah olahraga ringan dan olahraga berat sangat dianjurkan. Ia mengatakan, "jika telah melakukan olahraga ringan, tapi tidak ada cukup protein atau karbohidrat dan jika menjalani olahraga berat lebih dari 1 jam."

"Pada akhirnya, air kelapa yang mengandung kalori ini harus diminum murni untuk dehidrasi, itu lebih baik," imbuh dia, yang pendiri vaista.com tersebut.

Soal minyal kelapa, dia mengatakan, "Minyak kelapa lebih populer dan dapat digunakan untuk memanggang dan baking.
Memiliki profil gizi mirip mentega karena memiliki kandungan lemak jenuh tinggi, minyak kelapa jelas kurang berbahaya bagi kesehatan, terutama jenis lemak jenuh yang terkandung di dalam minyak. (ans: ic/bh)

Wednesday, 27 August 2014

Manfaat Berjalan Tanpa Alas Kaki



Kaki merupakan salah satu bagian penting dari tubuh manusia yang digunakan untuk melakukan aktivitas. Kaki juga merupakan tumpuan seseorang untuk dapat berdiri tegak dengan penopangnya yaitu rangka. Bagian tubuh ini sangat sensitif dan bisa berpengaruh pada organ vital yang ada di dalam tubuh. Secara medis sudah dibuktikan bahwa kaki adalah titik-titik organ vital seperti, otak, jantung, paru-paru, ginjal, pankreas, hati, dll yang teraktifasi melalui tekanan yang diberikan dalam melakukan aktivitas. Tak heran jika penyembuhan dari sebagian penyakit adalah dengan melakukan terapi berjalan.

Pada masa kerajaan dan dinasti pada abad sesudah Masehi, sebagian besar penghuni istana dan penduduk tidak menggunakan alas kaki dalam aktivitas mereka. Para prajurit dan raja hanya memakai alas kaki yang hanya melindungi telapak kaki dari kotoran dan terbuat dari karet atau pelepah pohon. Kesegaran jasmani dan rohani pun dirasakan sehingga umur mereka bisa mencapai ratusan tahun.

Tanpa Alas Kaki
Para peneliti dari German telah melakukan penelitian khasiat dari berjalan tanpa alas kaki. Mereka melakukan nya di atas rumput atau tanah atau bebatuan dengan khasiat memperlancar sirkulasi darah, menguatkan otot-otot betis, menjaga bentuk alami kaki, menenangkan sistem syaraf, kelainan (cacat) pada kaki dan lain-lain. Mereka sudah menjadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang perlu dan melakukannya ketika sedang di rumah dan rekreasi.

Namun, berjalan dengan sepatu terutama berlari bisa menyebabkan tekanan pada sisi-sisi kaki yang bisa menghambat peredaran darah. Jika peredaran darah sudah terhambat, maka organ lain tidak bisa bekerja dengan maksimal karena supplai darah yang kurang. Terutama untuk alas kaki tumit tinggi (high heels) dan sejenisnya yang bentuk alas kakinya mengangkat tumit.. Survey menunjukkan bahwa orang yang menggunakan alas kaki yang seperti itu, cenderung cepat lelah dan mengalami ketegangan otot bisep dan trisep yang ada di kaki. Tulang-tulang di kaki seperti Femur (tulang betis), Tarsalis (tulang telapak kaki), serta Metatarsal dan Falagus (tulang jari-jari) bisa terhambat pertumbuhannya terutama untuk remaja berusia 12-19 tahun.

Menurut penelitian di tahun 2000 bahwa anak-anak yang sering memakai sepatu baik ketika berada di rumah, mengakibatkan mereka memiliki Bowleg (kaki O) dan mengalami penyakit kaki yang tiga kali lipat seperti kram, kesemutan, pegal-pegal, lutut berbunyi, tidak tahan berlari, dan pergeseran sendi/tulang kaki. Sebaliknya berjalan tanpa alas kakidapat membantu anak-anak untuk mengobati penyakit kaki datar (Flat Feet), mengobati Arthritis (radang sendi) dan menghindari dini serangan genetik (keturunan) maupun penyakit degeneratif (mengganggu sistem tubuh).

Tak hanya untuk anak-anak, orang dewasa dan lanjut usia juga disarankan berjalan tanpa alas kaki dan memakai alas kaki yang nyaman dan sehat. Alas kaki juga tidak boleh terus menerus membungkus kaki karena tidak masuknya oksigen ke pori-pori kulit di kaki dan bisa menyebabkan munculnya jamur jika kondisi higienis perorangannya buruk.

Orang dewasa dianjurkan untuk menjaga ketahan tulang agar osteoporosis dan proses penuaan tidak cepat terjadi, selain mengkonsumsi makanan yang berkalsium, olahraga yang teratur juga diperlukan dalam menstabilkan energi yang dikeluarkan. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga berjalan tanpa alas kaki terutama untuk ibu hamil dan lansia. Pada masa seperti itu, seseorang membutuhkan tenaga ekstra dari biasanya agar memperlancar proses persalinan untuk ibu hamil dan merangsang organ-organ vital tetap bekerja untuk lanjut usia.

Ketika kaki menyentuh tanah tanpa adanya pembatas, maka detoksifikasi pun terjadi. Hal ini dikarenakan bumi atau tanah alami memiliki muatan ion negatif yang berperan dalam mendetoksifikasi tubuh, mengurangi efek peradangan, menyeimbangkan siklus hormon dan irama fisiologis serta memberi rasa tenang dan nyaman apalagi ketika seseorang berada di taman atau pantai. Mereka akan merasakan ketentraman pikiran dan meningkatkan kinerja otak yang mungkin selama ini begitu lelah atau dipaksa bekerja. Sinar matahari yang menembus lapisan kulit dan pancaran sinarnya saat pagi hari juga ikut bekerjasama dalam memberikan nutrisi untuk organ di dalam tubuh.

Mereka yang menderita penyakit rematik sangat dianjurkan untuk berjalan diatas bebatuan tanpa alas kaki. Penyakit rematik adalah penyakit persendian yang sering kram/kesemutan yang biasanya menyerang masyarakat lanjut usia sehingga mengakibatkan kaki susah untuk bejalan atau digerakkan. Obat ini juga  bisa dilakukan oleh mereka yang sedang depresi dan stress berat.

Oleh sebab itu, Para dokter ahli menganjurkan masyarakat untuk olahraga pagi hari khususnya olahraga ringan seperti berjalan dan berlari untuk semua usia dan jenis kelamin. Selain untuk pengobatan juga untuk pencegahan timbulnya atau makin parahnya suatu penyakit. (ans: Syafriana Sitorus)